Hari ini Shell memperkenalkan Shell Cassida, pelumas dengan standar internasional yang khusus digunakan untuk mesin pengolah makanan dan minuman, dalam seminar Quality, Safety and Service di Jakarta. Seminar yang dihadiri para pengusaha makanan dan minuman di Indonesia ini menampilkan pembicara Dedi Fardiaz, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Thomas Darmawan, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), dan Eduard M. Stempfel dari Shell. Industri makanan dan minuman memiliki kebutuhan pelumas spesifik yang berbeda dengan industri lainnya. Penekanan tidak hanya pada performa teknis pelumasan namun juga perhatian yang besar pada aspek kebersihan, kesehatan, keamanan pangan dan pencegahan terhadap kontaminasi. Sebagai produsen pelumas mesin terkemuka di dunia, Shell menyadari pentingnya metode pengolahan yang aman bagi produsen makanan. Penggunaan Shell Cassida memastikan pelumas memenuhi fungsi utamanya sebagai pelumas berkualitas tinggi yang berkinerja baik dan membuat mesin tahan lama sekaligus aman bagi produk makanan dan minuman. Darwin Silalahi, Country Chairman and President Director Shell Indonesia mengatakan, “Dengan semakin meningkatnya standar higienis dan permintaan pasar di Indonesia, khususnya dari industri makanan dan para pemasok bahan dasar yang merekomendasikan pelumas khusus dalam pemrosesan bahan makanan, Shell berkomitmen untuk memasarkan Shell Cassida untuk memenuhi kebutuhan tersebut.” Dalam seminar ini, Dedi Fardiaz dari BPOM menyajikan makalah mengenai Dampak Kontaminan dalam Proses Produksi menjelaskan, “Sangatlah penting untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang kita konsumsi diproduksi melalui proses yang aman. Kontaminan harus dicegah masuk kedalam pangan dengan menerapkan GMP (Good Manufacturing Practice) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) secara konsekwen sehingga pangan dapat dijamin layak dan aman untuk dikonsumsi.” Thomas Dharmawan dari GAPMMI menambahkan, “Sebagai pengusaha, kami senantiasa mengupayakan hasil produksi yang aman, sehat dan halal sebagai upaya memenuhi persyaratan perlindungan konsumen dalam keamanan pangan sekaligus menjaga kepuasan konsumen dan untuk menjaga reputasi perusahaan .” Eduard M. Stempfel dari tim Litbang Shell menyatakan, “Banyak produsen makanan dan minuman yang belum benar-benar memahami proses dan aplikasi produksi makanan dan minuman yang baik, sehingga makanan yang diproduksi mungkin saja terkontaminasi oleh pelumas mesin yang digunakan. Shell Cassida telah memperoleh persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan beberapa badan regulasi makanan lain di dunia, seperti National Sanitation Foundation (NSF) tingkat H1 International, Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS) dan New Zealand Ministry of Agricultural and Fisheries (NZMAF) sebagai pelumas yang aman untuk digunakan pada mesin pengolah makanan dan minuman.” Selain di Indonesia, Shell Cassida juga telah dipergunakan oleh produsen makanan dan minuman di berbagai kawasan di dunia seperti Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Asia sejak tahun 1993.
|