The Shell Centenary Scholarship Fund (SCSF), milik Royal Dutch Shell Group, memberikan program beasiswa untuk pelajar dari 43 negara di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1997 sebagai peringatan hari jadi Shell Transport & Trading Company yang ke-100, SCSF merupakan sumbangan dana substansial Shell dalam kontribusinya terhadap program beasiswa dan ditawarkan setiap tahunnya untuk negara-negara berkembang termasuk Indonesia, untuk meneruskan studinya ke Inggris dan Belanda. Setiap tahun, sejak tahun 1998, para pelajar Indonesia berhasil masuk nominasi untuk menerima beasiswa dari SCSF. Bob Moran, Country Chairman dan CEO dari Shell Companies in Indonesia mengatakan, ”Tahun ini, dua mahasiswa Indonesia berprestasi berhasil mendapatkan beasiswa dari Shell Centenary Scholarship Fund untuk meneruskan studi pasca sarjana mereka ke Belanda. Shell sangat bangga dapat memberikan beasiswa dan berperan penting dalam perkembangan pendidikan untuk para generasi muda yang berpotensial.” Kedua mahasiswa Indonesia berprestasi ini adalah Fatayalkadri Citrawati, diterima di Technische Universiteit Delft, dan Desiree Abdurrachim, diterima di Technische Universiteit Eindhoven. Keduanya sangat berbahagia mendapatkan beasiswa yang memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk meneruskan studi di Belanda. Fatayalkadri Citrawati, lulus cum laude pada bulan Juli 2003 dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik di bidang Pertambangan jurusan Teknik Metalurgi di Institut Teknologi Bandung dengan IPK 3.42. Ia bekerja di pusat penelitian metalurgi sebagai peneliti pemula dan sekarang tengah melakukan riset mengenai kekuatan besi untuk hidrofoil. Di tahun 2002, ia mendapatkan beasiswa dari Rio Tinto Foundation yang mengkhususkan beasiswa untuk mahasiswa dengan IPK diatas 3.00 dan aktif dalam berorganisasi. Fatayalkadri Critrawati mengatakan, “Saya sangat berterimakasih karena terpilih sebagai salah satu dari mahasiswa Indonesia yang beruntung dan dapat melanjutkan kuliah saya di Technische Universiteit Delft. Material Science selalu menjadi bidang pengetahuan yang ingin saya pelajari, karena saya melihat bahwa kegiatan sehari-hari manusia tidak akan pernah lepas dari unsur-unsur material sebagai alat penunjang seperti material dari bahan metal, polimer, keramik, atau komposit. Oleh karena itu, kemajuan ilmu pengetahuan mengenai bahan metal atau material science tidak dapat dihindari untuk menemukan material yang lebih baik untuk memperbaiki kehidupan manusia”. Desiree Abdurrachim yang lulus cum laude pada bulan Maret 2006 adalah sarjana sains jurusan Tehnik Elektro dari Institut Teknologi Bandung dengan IPK 3.92 dan ia dianugerahi ‘Ganesha Prize’ pada tahun 2004 sebagai mahasiswa terbaik di universitas tersebut. Pada tahun 2004, ia mendapatkan beasiswa dari Tokyo Institute of Technology Jepang untuk Young Scientist Exchange Program (YSEP). Desiree Abdurrachim menyatakan, “Adalah mimpi saya untuk belajar di Belanda dan menguasai bidang Biomedical Engineering. Saya sangat menganjurkan kepada para peneliti Biomedical Engineering di Indonesia untuk memulai pengembangan instrumen dan infrastruktur kesehatan berbiaya rendah yang khusus dibuat untuk keadaan di Indonesia”. Shell Centenary Scholarship Fund dikelola di Inggris bekerjasama dengan The University of Cambridge, University of Durham, The University of Edinburgh, Imperial College London, The University of Leeds, University of Oxford dan University College London, sementara di Negeri Belanda dengan Delft University of Technology, Eindhoven University of Technology dan University of Twente. Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin mendapatkan program pasca sarjana satu tahun di bidang sains terapan dan teknologi, termasuk ilmu lingkungan hidup, manajemen bisnis, serta hukum dan ekonomi. Penilaian khusus diberikan kepada kualitas mahasiswa, dan relevansi jurusan yang diminati dengan perkembangan di negerinya. Preferensi akan diberikan kepada mahasiswa yang tidak mampu untuk datang dan belajar di Eropa. Program beasiswa ini adalah beasiswa penuh, bukan parsial. Mahasiswa harus mengindikasikan secara langsung bagaimana penggunaan ilmu yang mereka dapat selama mereka belajar dan hubungannya dengan proses pembangunan di negara mereka masing-masing. Beasiswa ini tertutup untuk pegawai Shell Companies atau pemerintah Inggris.
|