Shell Indonesia telah mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell yang pertama di Indonesia. Hal ini merupakan langkah pertama dari rencana investasi Shell untuk sektor hilir dan merupakah sebuah wujud nyata penerapan UU Deregulasi Migas No. 22/2001. Shell adalah perusahaan minyak internasional pertama yang bergerak di bidang ritel BBM di Indonesia setelah 40 tahun. 
Di SPBU-nya yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang, Shell menawarkan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi, Shell Super dan Shell Super Extra dengan kadar oktan masing-masing 92 dan 95. Produk BBM ini khusus diformulasikan untuk memberikan tenaga lebih kepada kendaraan mobil maupun motor, sambil menjaga mesin agar tetap bersih. SPBU Shell menyediakan mesin pompa bensin modern berkecepatan tinggi, menyediakan bon tanda terima yang dicetak secara digital agar konsumen dapat yakin bahwa mereka telah menerima jumlah BBM yang sesuai serta dilengkapi The Shell Shop, sebuah mini market. Shell juga berencana untuk menawarkan BBM bersubsidi di SPBU-nya untuk melengkapi rangkaian produk agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Implementasi dari Peraturan Presiden 55/2005 pada saat ini sedang dibicarakan antar institusi terkait. Dengan populasi lebih dari 220 juta jiwa, Indonesia merupakan negara strategis bagi Shell di kawasan Asia Pasifik. Shell mempunyai komitmen jangka panjang untuk berinvestasi di Indonesia dalam bidang energi, termasuk usaha bisnis ritel BBM. Bob Moran, Country Chairman Shell Indonesia, sebuah unit dari Royal Dutch Shell, mengatakan, “Kami sangat bangga untuk kembali aktif di bidang usaha BBM di Indonesia. Shell adalah perusahaan terdepan di dunia untuk teknologi BBM dan kami sangat antusias untuk memberikan penawaran berkualitas kepada konsumen Indonesia. SPBU ini merupakan yang pertama dari sejumlah SPBU yang sedang dalam pembangunan dan kami telah siap untuk berinvestasi secara signifikan dalam usaha ritel BBM di Indonesia. Kami yakin partisipasi Shell di sektor ini akan memberikan nilai tambah bagi konsumen.” Erie Soedarmo ME, PhD, Direktur Pengolahan dan Pemasaran, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, mengatakan, “Dengan semakin dekat berakhirnya Public Service Obligation (PSO) yang diemban oleh Pertamina, kami telah membuka sektor hilir kepada pemain-pemain baru. Kami sangat gembira bahwa Shell adalah perusahaan yang pertama untuk mulai operasional. Saya yakin bahwa kompetisi yang sehat akan turut menciptakan sistem distribusi BBM yang berfungsi dengan baik dan terbuka sehingga akan turut membangun pasar yang efisien, menumbuhkan investasi, membuka lapangan pekerjaan baru, menaikkan standar lingkungan hidup serta tingkat layanan bagi masyarakat.” Hal yang sama juga diungkapan oleh, Tubagus Haryono, Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), “Dunia Migas di Indonesia telah diperkaya dengan kehadiran pemain-pemain baru dengan pengalaman serta sumber daya yang substansial. Ini merupakan kabar baik bagi Indonesia dan konsumen publik karena ini berarti konsumen akan mendapatkan pilihan yang akan memperbaiki tingkat layanan. Dengan perusahaan minyak bereputasi baik seperti Shell memasuki pasar, keamanan persediaan minyak negara akan meningkat. Ari H. Soemarno, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina menambahkan, “Pertamina menyambut baik kehadiran Shell sebagai pemain baru di kancah ritel BBM. Dalam era baru ini, kami yakin kehadiran Shell di Indonesia akan memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk membandingkan produk penawaran dan kinerja. Kami siap untuk berkompetisi dengan mereka untuk mendapatkan konsumen.” Mohammad Memed Madra, peritel yang akan mengoperasikan SPBU ini dengan tim-nya yang berjumlah 45 pria dan wanita terlatih mengatakan, “Saya sangat berterimakasih bahwa Shell telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjalankan SPBU Shell yang pertama di Indonesia. Saya sangat terkesan dengan komitmen Shell kepada kualitas, pelayanan, keselamatan dan lingkungan hidup. Saya yakin konsumen akan merasakan perbedaan yang nyata.” Shell sangat antusias telah diberikan kesempatan untuk menawarkan BBM berkualitas kepada pengendara di Indonesia dan dapat memberikan kontribusi kepada konservasi lingkungan melalui peningkatan kualitas BBM, serta standar operasional dan rekayasa. Shell beroperasi di 140 negara dan teritori dan memiliki lebih dari 112,000 karyawan. Di dunia, Shell lebih dikenal masyarakat untuk SPBU-nya serta pengeksplorasian dan produksi minyak dan gas di darat maupun lepas pantai; namun Shell juga berkecimpung dalam bidang yang luas dalam solusi energi dan petrokimia kepada pelanggan. Ini termasuk transportasi dan perdagangan minyak dan gas, pemasaran gas bumi, produksi dan penjualan bahan bakar untuk kapal dan pesawat, pembangkit listrik dan penyediaan saran bagi efisiensi energi. Shell juga memproduksi dan menjual blok bangunan petrokimia kepada pelanggan industrial secara global dan berinvestasi membuat sumber energi yang dapat diperbaharui serta karbon rendah yang kompetitif untuk kebutuhan skala besar. 
Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi: Fathia Syarif Corporate Communications Manager Shell Indonesia Telephone: +62 21 7883 8838 Fax: +62 21 7884 5155 Email: fathia.syarif@shell.com
|