Shell Indonesia meluncurkan program ”Road Safety: Think Safety, Act Safely” dengan melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Program yang merupakan bagian dari investasi sosial/CSR Shell Indonesia ini bertujuan memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan dan keamanan berkendara di jalan. Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia mengatakan, “Shell sangat peduli dengan masalah keselamatan berkendara. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan etika berlalu lintas masyarakat. Kami ingin masyarakat aman berlalu lintas, mengutamakan keselamatan di jalan sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan dan seluruh akibatnya.” Di dunia diperkirakan 1,2 juta jiwa manusia melayang setiap tahunnya akibat kecelakaan lalu lintas, angka tersebut diungkapkan dalam World Report on Road Traffic Injury Prevention yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam 20 tahun mendatang diperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 65% apabila tidak dilakukan tindakan nyata dalam pencegahan. Sementara di Indonesia, setiap tahunnya tercatat 30.000 nyawa manusia melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Hal ini menempatkan kecelakaan lalu lintas sebagai penyebab kematian nomor tiga – setelah penyakit jantung dan stroke. Adjar Triyadi, Wakil Direktorat Lalu Lintas Polri, mengatakan, ”Angka kecelakaan di Indonesia cenderung menunjukan peningkatan dari tahun ke tahun. Di Jakarta saja, pada tahun 2007 tercatat 5.154 kejadian. Dari jumlah tersebut, 999 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka berat dan ringan. Sementara tahun 2006, tercatat 4.407 kasus kecelakaan dan tahun 2005 tercatat4.156 kejadian.” Ada 3 faktor yang seringkali menimbulkan kecelakaan, yaitu faktor manusia, kendaraan dan jalan. Namun lebih dari 80% angka kejadiannya disebabkan oleh faktor manusia. Rendahnya perilaku disiplin berlalu lintas, menjadi penyebab utamanya. Padahal, korban kecelakaan akan mengalami kerugian yang tidak sedikit, bukan hanya rugi fisik dari ”sisi korban” saja tetapi juga berakibat kepada keluarga. Apalagi jika yang menjadi korban adalah kepala keluarga sebagai pencari nafkah keluarga. Oleh karena itu, penerapan keamanan dan keselamatan berkendara menjadi sangat penting terutama di saat jumlah kendaraan terus bertambah dari waktu ke waktu. Adjar mengatakan, ”Aturan dan sistem berlalu lintas sangat kompleks, sehingga kemampuan masyarakat dalam berlalu lintas harus terus ditingkatkan. Langkah yang harus diambil adalah memberikan pendidikan yang tepat dan berkelanjutan kepada masyarakat. Pendidikan berlalu lintas sudah harus diberikan sejak usia dini, oleh karena itu kami sangat mendukung program Road Safety yang diprakarsai oleh Shell. Pendidikan Road Safety yang akan melibatkan anak-anak Sekolah Dasar ini tentunya akan memberikan harapan bagi perbaikan etika berlalu lintas masyarakat.” Program ”Road Safety: Think Safety, Act Safely” yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polri dan Yayasan SEJIWA ini akan melibatkan sekitar 1.200 siswa-siswi kelas 4 dan kelas 5 dari 8 SD di Jakarta untuk program tahun 2008. Program ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan hingga 2010. ”Kami ingin menanamkan etika berlalu lintas dan pentingnya berkendara yang aman sejak usia dini. Kami berharap program ini akan berjalan dengan baik dan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” jelas Darwin Silalahi. Bemmy Indiarto dari Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah DKI Jakarta menyambut positif program Road Safety yang melibatkan anak-anak usia SD. ”Tujuan pendidikan Road Safety adalah selain mengembangkan potensi juga bertujuan untuk belajar pengendalian diri, membentuk kepribadian serta ketrampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat. Program ini akan sangat bermanfaat, karena akan menciptakan generasi yang terampil berkendara dan memiliki etika berlalu lintas. Semoga program Road Safety dapat memberi andil dalam peradaban bangsa ini.” Darwin Silalahi menambahkan, ”Menekan angka kecelakaan lalu lintas adalah sebuah tanggung jawab bersama dan perlu dilakukan dengan kesadaran diri, semakin banyak pihak-pihak yang mengambil peran aktif maka akan semakin cepat terjadinya perubahan dalam etika berkendara yang aman. Para pelajar SD yang dilibatkan diharapkan dapat menjadi generasi berkendara yang lebih baik dan dapat berperan sebagai agen perubahan.”
|